EFEKTIVITAS PROGRAM PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI GAMPONG ARABUNGKOK KECAMATAN MILA KABUPATEN PIDIE

Syukratul Nafis

Abstract

ABSTRAKStunting merupakan masalah gizi kronis di Kabupaten Pidie, yang melebihi ambang batas WHO. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi, karakteristik responden, serta efektivitas dan hubungan antara program Pemberian Makanan Tambahan (PGM) berbasis pangan lokal dan pencegahan stunting di Desa Arabungkok, Kecamatan Mila, Kabupaten Pidie. Penelitian kuantitatif ini menggunakan teknik pengambilan sampel total yang melibatkan seluruh populasi sebanyak 30 responden (24 orang tua balita dan 6 kader pos kesehatan terpadu (Posyandu)). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman's Rho dan regresi linier sederhana karena distribusi data yang tidak normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada dalam kelompok usia produktif 25–35 tahun (56,3%). Uji Spearman menunjukkan hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara PGM dan pencegahan stunting (r = 0,846; p < 0,001). Uji regresi menghasilkan nilai R-square sebesar 0,785, yang menunjukkan bahwa program PGM berkontribusi 78,5% terhadap keberhasilan pencegahan stunting. Kesimpulannya, program PMT efektif dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pencegahan stunting di Desa Arabungkok. Disarankan agar pemerintah desa mengoptimalkan potensi pangan lokal dan memperkuat kapasitas kader pos kesehatan terpadu (Posyandu) secara berkelanjutan.Kata kunci: Stunting, Makanan Tambahan, Makanan Lokal, Balita.

References

Daftar Pustaka

Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik Indonesia 2024. BPS RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Buku saku hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota tahun 2021. Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Petunjuk teknis pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal bagi balita dan ibu hamil. Direktorat Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2022. Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024. Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI.

Kurniawati, D., Lestari, S., & Wibowo, A. (2021). Pengaruh program pemberian makanan tambahan terhadap status gizi balita pada keluarga berpendapatan rendah. Jurnal Gizi Indonesia, 10(2), 95–103.

Nurhayati, R., Sari, N., & Fauziah, D. (2023). Efektivitas program pemberian makanan tambahan dalam meningkatkan status gizi balita di wilayah kerja puskesmas. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 18(2), 120–129.

Rahmawati, E., Putri, N., & Hidayat, A. (2024). Peran kader posyandu dalam meningkatkan efektivitas program pemberian makanan tambahan untuk pencegahan stunting. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 19(1), 45–56.

Sari, D., & Wahyuni, T. (2022). Pengaruh edukasi gizi dan pemberian makanan tambahan terhadap upaya pencegahan stunting pada balita. Jurnal Ilmu Gizi Indonesia, 6(1), 32–41.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi ke-2). Alfabeta.

UNICEF. (2021). The state of the world's children 2021: On my mind—Promoting, protecting and caring for children's mental health. UNICEF.

World Health Organization. (2020). Levels and trends in child malnutrition: UNICEF/WHO/World Bank joint child malnutrition estimates. World Health Organization.

World Health Organization. (2023). Guideline on complementary feeding of infants and young children 6–23 months of age. World Health Organization.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.