PERSEPSI MASYARAKAT PIDIE TERHADAP KESANTUNAN BERBAHASA DALAM KOMENTAR PADA MEDIA SOSIAL

Alya Zuhra, nofiana S, Vera Wardani

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk kesantunan berbahasa dalam komentar media sosial dan mengetahui persepsi masyarakat Pidie terhadap penggunaan bahasa di media sosial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari komentar pada platform Instagram, TikTok, dan X serta hasil wawancara dengan masyarakat Pidie. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara, sedangkan analisis data menggunakan prinsip kesantunan Geoffrey Leech. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 60 tuturan yang diklasifikasikan ke dalam enam maksim kesantunan, yaitu maksim kebijaksanaan, kedermawanan, penghargaan, kesederhanaan, kesepakatan, dan kesimpatian. Tuturan santun tampak melalui nasihat, dukungan, penghargaan, simpati, dan ajakan untuk saling membantu. Sebaliknya, pelanggaran kesantunan tampak melalui kata-kata kasar, sindiran, hinaan, penilaian negatif, dan ungkapan emosional. Hasil wawancara menunjukkan bahwa masyarakat Pidie menilai kesantunan berbahasa penting diterapkan dalam komunikasi digital karena mencerminkan etika, kepribadian, dan nilai budaya lokal. Oleh karena itu, penggunaan bahasa santun di media sosial perlu dijaga agar komunikasi daring tetap harmonis.

Kata Kunci: Persepsi Masyarakat, Kesantunan Berbahasa, Media Sosial, Pragmatik, Prinsip Kesantunan.

References

Ardhana, V. Y. P. (2025). Strategi dan teknologi media sosial. CV Megapress Nusantara.

Bagas, A. B., Kurnia, R., & Surya, H. (2022). Efektivitas penggunaan emoji dalam komunikasi digital. 1(1), 620-632.

Haque, A. (2021). Pragmatik: Implikatur, prinsip kerja sama, prinsip kesantunan, dan muka positif-muka negatif. Edulitera.

Iswah Adriana, H. (2020). Kesantunan berbahasa dai di Madura. Literasi Nusantara Abadi.

Kusumaswarih, K. K. (2020). Mengenal kesantunan berbahasa (kajian pragmatik). CV Pustaka MediaGuru.

Mailani, O., Nuraeni, I., Syakila, S. A., & Lazuardi, J. (2022). Bahasa sebagai alat komunikasi dalam kehidupan manusia. 1(2), 1-10.

Martha, I. N., & Suandi, I. N. (2025). Kesantunan berbahasa netizen Indonesia dalam postingan politik pada Instagram Detikcom. 15, 396-405.

Putro, R. C. (2024). Perubahan sosial dan peran media sosial dalam masyarakat. Hikam Pustaka.

Sari, E. S. (2023). Analisis penggunaan gaya bahasa sarkasme netizen di media sosial. 3(1), 84-92.

Sofwatillah, Risnita, & Jailani, M. S. (2024). Teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif dalam penelitian ilmiah. 15(2), 79-91.

Sunarni. (2018). Mengajarkan kesantunan berbahasa. CV Pustaka MediaGuru.

Sutrisna, D. (2021). Peran pragmatik dalam pembentukan karakter. 373-378.

Syahrizal, H., & Jailani, M. S. (2023). Jenis-jenis penelitian dalam penelitian kuantitatif dan kualitatif. 1, 13-23.

Zulkarnain, M. F., & Haironi, A. (2024). Prinsip kesantunan berbahasa dalam komunikasi siswa di sekolah. 3.