ANALISIS KAJIAN EKOKRITIK DALAM NOVEL RAIFA DALAM DEKAPAN SELEMBU KARYA BOY ABDAZ

Rauzatul Jannah, Nofiana Nofiana, Vera Wardani

Abstract

Penelitian ini membahas tentang permasalahan ekologi dan sikap tokoh terhadap lingkungan dalam novel Raifa dalam Dekapan Selembu karya Boy Abdaz. Tujuannya adalah untuk mendeskripsikan permasalahan ekologi dan mengkaji sikap tokoh terhadap lingkungan dalam novel tersebut. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teori ekokritik Greg Garrard dan ekokritik model kajian etis. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis dan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data yang dikumpulkan melalui teknik baca dan catat. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 20 data gambaran permasalahan ekologi yang memuat wilderness (hutan belantara) 9 kutipan, apocalypse (bencana) 9 kutipan dan animals (binatang) 2 kutipan. Sedangkan sikap tokoh terhadap lingkungan terdapat 25 kutipan diantaranya sikap hormat terhadap alam 5 kutipan, sikap tanggung jawab terhadap alam 7 kutipan, sikap solidaritas terhadap alam 6 kutipan, sikap kasih sayang dan kepedulian terhadap alam 4 kutipan, dan sikap tidak mengganggu kehidupan alam 3 kutipan. Kesimpulan dalam penelitian ini ada dua hal. pertama, permasalahan ekologi yang digambarkan melalui proses yang saling berkait. Kerusakan wilderness (hutan belantara) akibat dari eksploitasi manusia menyebabkan apocalypse (bencana) yang berdampak pada manusia dan animals (binatang). Kedua sikap tokoh terhadap lingkungan yang mencerminkan sikap ekologis yang berlawanan dengan sikap eksploitatif.

 

Kata Kunci: Kajian Ekokritik, Ekokritik Greg Garrard, Ekokritik Model Kajian Etis, Permasalahan Ekologi, Sikap Tokoh Terhadap Lingkungan

References

Ahyar, J. (2019). Apa itu sastra: jenis-jenis karya sastra dan bagaimanakah cara menulis dan mengapresiasi sastra. Grub Penerbitan CV. Budi Utama.

Al-Ma'ruf, A.I., & Nugrahani, F. (2017). Pengkajian sastra: teori dan aplikasi. CV. Djiwa Amanta Press.

Apriani, E., & Karlina, E. M. (2025). Representasi simbol hubungan manusia dan alam melalui ekokritik sastra pada novel 3726 MDPL karya Nurwina Sari. Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP), 3(2), 293–303.

Baso, B. S., Herni, & Said, I. (2022). Ekokritik sastra pada novel Rahasia Pelangi karya Irawani Elyta dan Sabrina. Jurnal Riset Rumpun Bahasa (JURRIBAH), 1(2), 165–189.

Endraswara, S. (2016). Ekokritik sastra: konsep, teori, dan terapan. Morfalingua.

Gusairi, A. (2024). Analisis struktur dan kebahasaan teks sastra. PT. Adap Indonesia.

Haifa, N. M., Nabilla, I., Rahmatika, V., & Hidayatullah, R. (2025). Identifikasi Variabel Penelitian , Jenis Sumber Data dalam Penelitian Pendidikan. Jurnal Pendidikan Dan Bahasa, 2(2), 256–270.

Hardianto, A., Widayati, D., & Marsella, E. (2025). Ekokritik dalam naskah film Bangkit! karya Anggoro Saronto. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 5(3), 1910–1918.

Haslinda. (2022). Teori sastra memahami genre puisi, prosa, fiksi, dan drama teater. LPP UNISMUH Makassar.

Ifriani, R. (2018). Analisis ekokritik sastra cerpen Bumi Tak Seindah Dulu karya Jesyca Tina. (Skripsi tidak diterbitkan). Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

Juanda. (2023). Ekokritik: sebuah pengantar. CV. Cahaya Bintang Cemerlang.

Khaerah, D. (2018). Ekokritik sastra pada novel Rahasia Pelangi karya Irawani Elyta dan Sabrina. (Skripsi tidak diterbitkan). Universitas Muhamadiyah Makassar.

Lubis, H. P. (2022). Analisis gaya bahasa dalam novel 5 Cm karya Donny Dhirgantoro. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 1(3), 185–189.

Naibaho, F. V. (2024). Prinsip-prinsip etika lingkungan dalam antologi cerpen Ego Friendly Untuk Lingkungan Hidup karya Tina Manroe. (Skripsi tidak diterbitkan). Universitas Jambi.

Nahdly, M. A. (2020). Membangun pendidikan karakter anak menggunakan pembelajaran sastra. Jurnal Studi Islam, 16(01), 215–228.

Purnamasari, A., Hudiyono, Y., & Rijal, S. (2017). Analisis sosiologi sastra dalam novel Berkisar Merah karya Ahmad Tohar. Jurnal Ilmu Budaya, 1(2), 140–150.

Putri, S. Y., Adji, S. E. P., & Taum, Y. Y. (2023). Eksploitasi alam dalam novel Si Anak Pemberani karya Tere Liye: kajian ekokritik. Sintesis, 17(1), 59–72.

Reksanegara, S.Y. (2024). Esesnsi sastra; filsafat, unsur, dan sejarah sastra di Indonesia. PT. Literasi Nusantara Abadi Grub.

Sukirman. (2021). Karya sastra media pendidikan karakter bagi peserta didik. Jurnal Konsepsi, 10(1), 17–27.

Sukmawan, S. (2016). Ekokritik sastra: menanggap sasmita arcadia. UB Press.

Sulistiyono, R., Krisnawati, V., & Setyawan, A. (2023). Ekokritik sastra Burung-Burung Yang Menghilang Dari Kampung Kami karya a. Warits Rovi. Prosiding Seminar Nasional PIBSI Ke-4, 1(1), 508–512.

Suarta, I. M. (2022). Pengantar bahasa dan sastra Indonesia: sejarah dan perkembangannya. Pustaka Larasan.

Surastina. (2018). Pengantar teori sastra. Elmatera.

Susilowati, D., Ngatma’in, N., & Affandy, A. N. (2022). Interaksi manusia dan lingkungan dalam novel Bilangan Fu karya Ayu Utami (kajian ekokritik Greg Garrard). Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 15(1), 77–90.

Utari, Y. D., & Milawasri, F. A. (2021). Analisis ekokritik dalam antologi cerpen Temukan Warna Hijau karya Reni Erina Dkk serta implikasi terhadap pembelajaran sastra. JURNAL DIDACTIQUE BAHASA INDONESIA, 2(2), 79–88.

Yaung, S., Pardomuan, G. N., & Sahureka, C. M. (2023). Penerapan metode media visual gambar untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran seni budaya di kelas VIII B SMP Negeri 7 Sentani. Cantata Deo: Jurnal Musik Dan Seni, 1(1), 25–39.

Yulianti, Sella. (2018). Sastra ekologis dalam novel Luka Perempuan Asap karya Nafi’ah Al Ma’rab. (Skripsi tidak diterbitkan). Universitas Islam Riau.