ANALISIS DAMPAK PENYEBARAN HOAKS POLITIK DI MEDIA SOSIAL TERHADAP INTEGRASI NASIONAL DI INDONESIA
Abstrak
Penyebaran hoaks politik di media sosial menjadi fenomena yang semakin mengkhawatirkan dalam dinamika demokrasi modern, khususnya di Indonesia. Hoaks tidak hanya berfungsi sebagai informasi yang menyesatkan, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam membentuk persepsi publik dan memengaruhi preferensi politik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik penyebaran hoaks politik, dampaknya terhadap polarisasi sosial, serta implikasinya terhadap integrasi nasional di Indonesia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah dan laporan resmi terkait disinformasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hoaks politik cenderung memanfaatkan isu identitas seperti agama, etnis, dan ideologi untuk membangun keterikatan emosional masyarakat. Selain itu, algoritma media sosial turut mempercepat penyebaran informasi palsu tanpa mempertimbangkan validitasnya. Dampak yang ditimbulkan meliputi meningkatnya polarisasi sosial, menurunnya kepercayaan terhadap institusi negara, serta melemahnya kohesi sosial yang menjadi dasar integrasi nasional. Oleh karena itu, diperlukan upaya penanggulangan yang komprehensif melalui peningkatan literasi digital, peran aktif platform media sosial, serta kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga ketahanan informasi masyarakat.
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Ahmad, N. (2022). Disinformation order and social media algorithmic trap: New challenges for sustainability of the Indonesia’s United Nation-State narrative and liberal democratic norms. Politik Indonesia: Indonesian Political Science Review, 7(2), 134-149
Andriarti, A., Nurmadewi, D., Suharyanti, S., Yulianti, R. D., Ariyanto, R., & Fadhil, R. (2024). Literasi Digital Melawan Hoaks Pemilu 2024. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 838-844
Ati, R. M., Rhangga, A., & Anggraini, P. (2023). Literasi Digital Sebagai Upaya Kritis Memerangi Berita Bohong: Studi Terhadap Gerakan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO). Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi), 7(3), 420-429
Azis, H., Indreswari, E. P., & Ramadhani, O. R. K. (2025). A DECADE OF INDONESIAN POLITICS: THE ESCALATION OF POLITICAL INFORMATION DISORDER AND STRATEGIES TO ADDRESS IT IN THE DIGITAL ERA. Jurnal Studi Komunikasi dan Media, 29(2), 145-164
Boestam, A. B., Prakosa, A., & Avianto, B. N. (2023). Upaya partai politik dalam memanfaatkan demokrasi virtual di era digital. Jurnal Pustaka Komunikasi, 6(1), 1-17
Cavus, N., Goksu, M., & Oktekin, B. (2024). Real-time fake news detection in online social networks: FANDC Cloud-based system. Scientific Reports, 14(1), 25954
Chan, C. K., Zhao, M. M., & Lee, P. S. (2023). Determinants of escape from echo chambers: The predictive power of political orientation, social media use, and demographics. Global media and China, 8(2), 155-173
Chuai, Y., & Zhao, J. (2022). Anger can make fake news viral online. Frontiers in Physics, 10, 970174
Diaz Ruiz, C., & Nilsson, T. (2023). Disinformation and echo chambers: how disinformation circulates on social media through identity-driven controversies. Journal of public policy & marketing, 42(1), 18-35
Farkas, J., & Schou, J. (2023). Post-truth, fake news and democracy: Mapping the politics of falsehood. Routledge
Hameleers, M., Brosius, A., & de Vreese, C. H. (2022). Whom to trust? Media exposure patterns of citizens with perceptions of misinformation and disinformation related to the news media. European journal of communication, 37(3), 237-268
Hidayati, S., Hayat, N., & Ainul, S. M. (2023). Pengabdian kepada Masyarakat dalam Sinergitas Akademisi Jurnalistik Islam Tangkal Hoax pada Masyarakat Literasi Desa Corawali. Abdimas: Papua Journal of Community Service, 5(1), 14-20
Hidayati, S., Hayat, N., Hilmiyah, M., Suhardi, S., & Sunandar, S. (2024). Deteksi Hoaks Dan Ujaran Kebencian Masyarakat Daerah Terpencil Desa Bakaru Kabupaten Pinrang. Jurnal Ilmiah Teknik Informatika Dan Komunikasi, 4(1), 30-45
Jungherr, A. (2024). Foundational questions for the regulation of digital disinformation. Journal of Media Law, 16(1), 8-17
Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. (2023). Kominfo temukan 355 konten hoaks pemilu sebelum kampanye, 290 di-take down
MUHAMMAD, S. A., ALIF, D. M., INDRIANI, P., & NOERMA, K. F. (2024). Interaksi Komunikasi Hoax Di Media Sosial Serta Antisipasinya. SABER, 2(2), 34-39
Novarizal, R. (2023). Tinjauan Kriminologis tentang Penyebaran Informasi Palsu (Hoax) Seputar Pemilu 2024 di Media Sosial Facebook. Sisi Lain Realita, 8(2), 12-19
Nurhaliza, S. T., Febriyanti, A., & Lukman, F. (2023). Peran Media Sosial Dalam Proses Demokrasi: Analisis Peran Dan Dampak Media Sosial Dalam Kegiatan Kampanye Pemilu Presiden Tahun 2019. Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 6(2), 24-34
Pennycook, G., & Rand, D. G. (2022). Accuracy prompts are a replicable and generalizable approach for reducing the spread of misinformation. Nature communications, 13(1), 2333
Sun, H. (2022). Reglulating algorithmic disinformation. Colum. JL & Arts, 46, 367
Zozaya-Durazo, L. D., Sádaba-Chalezquer, C., & Feijoo‐Fernández, B. (2024). “Fake or not, I’m sharing it”: teen perception about disinformation in social networks. Young Consumers, 25(4), 425-438
DOI: https://doi.org/10.47647/jsh.v9i1.4012
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
ISSN : p - 2615-3688 & e - 2716-0270
Jurnal Sosial Humaniora Sigli indexed by:



