ANALISIS KONFLIK LINGKUNGAN AKIBAT AKTIVITAS TAMBANG NIKEL: A SYSTEMATIC REVIEW

Diyah Latifah Hanun, Kiara Pramita Handiza, Tsaniyah Wulandari, Melinanda Putri, Eva Nuraini, Eka Setiya Oktaviani, Agus Subianto

Abstrak


Aktivitas penambangan nikel di Raja Ampat menimbulkan konflik lingkungan yang melibatkan masyarakat adat, pemerintah, aktivis lingkungan, dan perusahaan tambang. Konflik ini terjadi akibat eksploitasi di pulau-pulau kecil dan kawasan konservasi yang dilindungi secara hukum. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konflik, menganalisisnya menggunakan teori konflik Karl Marx, serta mengidentifikasi langkah pemerintah dalam penyelesaiannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambangan nikel menyebabkan kerusakan hutan, pencemaran air, sedimentasi pantai, dan ancaman terhadap keanekaragaman hayati. Melalui metode kualitatif deskriptif dan studi literatur, konflik dipahami sebagai ketidakadilan struktural antara perusahaan tambang dan elit politik sebagai kelas borjuasi dengan masyarakat adat sebagai kelas proletar. Konflik diperparah oleh lemahnya pengawasan dan praktik perizinan. Sebagai respons, pemerintah mencabut izin empat perusahaan tambang dan menghentikan sementara aktivitas lainnya.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anggrainy, F. C. (2025, June 10). Kronologi tambang nikel Raja Ampat jadi sorotan hingga izin dicabut. DetikNews. https://news.detik.com/berita/d-7956895/kronologi-tambang-nikel-di-raja-ampat-jadi-sorotan-hingga-izin-dicabut.

Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta. (2024). Jumlah penduduk menurut kabupaten/kota di Provinsi DKI Jakarta. Badan Pusat Statistik.

https://jakarta.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTI3MCMy/jumlah-penduduk-menurut-kabupaten-kota-di-provinsi-dki-jakarta-.html

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. (2020). Kajian kebijakan pemindahan ibu kota negara. DPR RI.

https://berkas.dpr.go.id/perpustakaan/sipinter/files/sipinter-391-749-20200706213210.pdf

Ghajali, M. A. F., et al. (2025, September 22). Kembalinya tambang nikel di Raja Ampat: Peluang investasi atau petaka ekologi? https://egsa.geo.ugm.ac.id/2025/09/22/kembalinya-tambang-nikel-di-raja-ampat-peluang-investasi-atau-petaka-ekologi.

Global South Forum. (2023). Nusantara IKN: Green promises, grey reality.

https://www.globalsouthforum.org/article/nusantara-ikn-green-promises-grey-reality

Green Network Asia. (2023). Mengulik dampak lingkungan dan kesehatan dari industri nikel di Teluk Weda.

https://share.google/GPYOQw5n2Kh575zSE

Huwaina, A., Prabawati, A., & Dewi, A. (2024). EnvironC Konflik pembangunan pabrik semen di Pegunungan Kendeng , Jawa Tengah ( Analisis konflik tenurial menggunakan teori konflik karl marx ). 1(1), 1–16.

Jatimnet. (2023). Tambang emas Banyuwangi kembali menuai konflik, WALHI desak Komnas HAM turun tangan.

https://jatimnet.com/tambang-emas-banyuwangi-konflik-lagi-walhi-desak-komnas-ham-turun

Jong, H. N. (2025, June 9). Pushback grows against nickel mining in Indonesian marine paradise of Raja Ampat. Mongabay. https://news.mongabay.com/2025/06/pushback-grows-against-nickel-mining-in-indonesian-marine-paradise-of-raja-ampat/.

Jupriono, D., T, A. J. L. P., & Rahayu, A. C. (2021). ANALISIS WACANA & ANALISIS WACANA KRITIS BERITA KONFLIK BURUH PT . FREEPORT INDONESIA. 01, 32–44.

Kencana, M. R. B., et al. (2025, June 10). Ramai tambang nikel di Raja Ampat, seperti apa kronologi dan penyelesaiannya? Liputan6. https://www.liputan6.com/bisnis/read/6047554/ramai-tambang-nikel-di-raja-ampat-seperti-apa-kronologi-dan-penyelesaiannya.

Liputan6. (2024). Terbukti bersalah cemari lingkungan, perusahaan tekstil di Pasuruan dihukum bayar ganti rugi Rp48 miliar.

https://www.liputan6.com/lifestyle/read/5705203/terbukti-bersalah-cemari-lingkungan-perusahaan-tekstil-di-pasuruan-dihukum-bayar-ganti-rugi-rp48-miliar

Malikussaleh, U. (2025). Jurnal basicedu. 9(5), 1902–1911.

Nagari, D. I., Bangis, A. I. R., & Barat, P. (2023). Triwikrama: Jurnal Multidisiplin Ilmu Sosial. 2(9), 31–40.

Novika, Y. (2025). Analisis yuridis ekonomi biru dan pembangunan berkelanjutan: Regulasi tambang di kawasan laut konservasi Raja Ampat. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(4), 4968–4974.

Putra, D. Y. (2025). Perlindungan hukum bagi masyarakat yang terdampak pertambangan nikel di Pulau Gag Raja Ampat. Iuris Studia: Jurnal Kajian Hukum, 6(2), 446–453.

Rahma, N. (2021). Dampak pertambangan batu bara pada kesehatan lingkungan: A systematic review. Health Safety Environment Journal, 2(2).

Ramadani, F. E., & Harianto, S. (2020). KONFLIK SOSIAL PEREBUTAN LAHAN PERKEBUNAN. xx(xx), 1–34.

Sani, H., & Syamsuddin, S. (2025). Konflik penambangan nikel di Raja Ampat: Analisis etika lingkungan dan rekayasa pertambangan untuk konservasi berkelanjutan. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(2), 3453–3461.

Sinaga, T. M. (2025, September 25). Pertambangan nikel di Raja Ampat menyebabkan kerusakan berantai. Kompas.id.https://www.kompas.id/artikel/pertambangan-nikel-di-raja-ampat-menciptakan-kerusakan-berantai.

Suara Ketapang. (2023). Konflik warga lokal dengan perusahaan sawit di Ketapang tak kunjung selesai.

https://share.google/m1Me8XkHbLpgw33F6

Suara.com. (2023). Banjir bandang Manado 2023: Sebab, jumlah korban, dan data kerusakan.

https://share.google/IUqHWFFiWrCpxTwMi

Syadzali, A. (2014). Konflik kelas dan fenomena komunisme dalam hubungan struktural menurut pandangan karl marx. 13(1), 26–36.

Umaruddin, D. (2019). Jurnal ilmiah widya sosiopolitika e-issn 2685-4570. 141–155

Subianto, A. (2014). Konflik nelayan dalam tiga rezim. Surabaya, Indonesia: Brilliant.

.




DOI: https://doi.org/10.47647/jsh.v9i1.3559

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.



ISSN : p2615-3688 & e2716-0270

Jurnal Sosial Humaniora Sigli indexed by: