HUBUNGAN KESIAPAN DIRI TERHADAP TEKANAN PSIKOLOGIS PADA SISWA DI MTSS JEUMALA AMAL
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesiapan diri dengan tekanan psikologis pada siswa kelas VII di MTsS Jeumala Amal. Kesiapan diri mencakup kesiapan mental, emosional, sosial, dan fisik yang dibutuhkan santri untuk menghadapi tantangan kehidupan di pesantren. Sementara itu, tekanan psikologis diartikan sebagai gejala stres, kecemasan, hingga kelelahan mental yang muncul akibat tuntutan akademik, sosial, maupun perasaan jauh dari keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel berjumlah 23 siswa dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket tertutup berbasis skala Likert. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program SPSS versi 22.0. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang sangat kuat dan signifikan antara kesiapan diri dan tekanan psikologis (r = -0,984; p < 0,01). Artinya, semakin tinggi kesiapan diri yang dimiliki siswa, semakin rendah tingkat tekanan psikologis yang mereka alami. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kesiapan diri sebagai strategi pencegahan gangguan psikologis di lingkungan pesantren.
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Abubakar, M. (2018). Pesantren sebagai kearifan lokal dan kekayaan intelektual Nusantara. Jakarta: Literasi Madani.
Aditya, F. A. (2021). Stres akademik pada siswa pesantren: Faktor penyebab dan solusinya. Jurnal Pendidikan Islam, 19(1).
Aisyah, D., & Yuni. (2015). Kesiapan remaja dalam menghadapi masa pubertas. Jurnal Pendidikan Remaja, 2(1).
Amelia, L., & Afnan, F. (2020). Peran kesiapan diri dalam mengurangi tekanan psikologis pada santri. Jurnal Psikologi Pendidikan, 15(1), 110–121.
Chaplin, J. P. (2000). Kamus lengkap psikologi. Jakarta: Rajawali Press.
Dalyono, M. (2005). Psikologi pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Djamarah, S. B. (2009). Psikologi belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Fadillah, M. (2019). Hubungan antara kesiapan diri dan stres akademik mahasiswa. Jurnal Psikologi, 14(2).
Taylor, S. E., et al. (2000). Biobehavioral responses to stress in females: Tend-and-befriend, not fight-or-flight. Psychological Review, 107(3).
Thabrany, H. (1995). Kesehatan reproduksi remaja dalam perspektif Islam. Jakarta: BKKBN.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.
Wahyudi, I., & Syah, M. (2019). Kesiapan mental mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja. Jurnal Psikologi Terapan, 7(1).
Wahyuni, S., & Hidayat, R. (2023). Dinamika stres santri baru di pondok pesantren. Jurnal Psikologi Pendidikan, 15(2), 45–56.
Wahyuningsih, S., & Hidayati, N. (2018). Tekanan psikologis pada santri di pesantren: Studi kasus pada santri baru. Jurnal Psikologi Remaja, 13(2).
Fauziah, N., & Setiawan, R. (2022). Strategi coping dengan tingkat stres pada santri baru asrama putri Azzubaidah. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 8(3), 120–135.
Hanifah, R., & Syamsuddin, I. (2022). Dukungan sosial dan stres akademik pada santri. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 10(2).
Harahap, D. F., Nasution, L. M., & Fauzi, M. (2022). Hubungan kesiapan diri dengan kecemasan mahasiswa menjelang ujian. Jurnal Psikologi Pendidikan, 5(2).
Haryanto, I. (2017). Kontribusi pesantren dalam pengembangan intelektual Muslim Indonesia. Jurnal Pendidikan Islam, 8(2).
In’ami, M. (2011). Persepsi masyarakat terhadap pendidikan pesantren di era globalisasi. Jurnal Sosial Keagamaan, 6(1).
Inayah, R., & Fatimaningsih, A. (2013). Peran pesantren dalam membentuk karakter santri. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(1).
Judha, M. A., & Lorica, A. (2022). Pengaruh kesiapan diri terhadap keberhasilan akademik mahasiswa. Jurnal Konseling dan Psikologi, 3(1).
Mirowsky, J., & Ross, C. E. (2003). Social causes of psychological distress. New York: Aldine de Gruyter.
Nurhidayah, F., & Saputra, D. (2021). Strategi coping santri baru: Studi kasus di Ponpes Al-Amin Mojokerto. Jurnal Pendidikan Islam, 9(1).
Oemar Hamalik. (2008). Psikologi belajar dan mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Poerwadarminta, W. J. S. (1952). Kamus umum bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Qomar, M. (2007). Pesantren: Dari transformasi metodologi menuju demokratisasi institusi. Jakarta: Erlangga.
Rahman, A., & Sari, M. (2023). Gambaran stres dan strategi coping pada santri tahfidz di pondok pesantren Al-Mahrusiyah. Jurnal Scholastica, 11(1), 87–99.
Rahmawati, D., & Mulyadi, S. (2020). Pengaruh dukungan sosial terhadap kesiapan diri menghadapi stres di lingkungan pendidikan. Jurnal Psikologi Pendidikan, 8(1).
Santrock, J. W. (2007). Remaja (Edisi ke-11). Jakarta: Erlangga.
Sinta, B. (2017). Pengaruh kesiapan belajar terhadap hasil belajar siswa. Jurnal Pendidikan, 3(2).
Slameto. (2010). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Suharyanti, E., & Subagyo, T. (2017). Faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan diri siswa di pesantren dalam menghadapi tekanan psikologis. Jurnal Psikologi Islam, 3(2), 123-134.
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.




