PERANCANGAN SISTEM PENGERING EMPING MELINJO MENGUNAKAN BLYNK BERBASIS IOT

Syauqia Rahmatillah, Junaidi Salat, Cut Lilis Setiawati

Abstrak


Abstrak - Kabupaten Pidie merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Aceh yang dikenal sebagai sentra utama penghasil emping melinjo. Bahkan, emping melinjo atau yang dikenal secara lokal sebagai kerupuk mulieng telah menjadi simbol khas daerah tersebut. Tanaman melinjo (Gnetum gnemon L) merupakan komoditas unggulan yang banyak dibudidayakan masyarakat setempat karena seluruh bagian tanamannya memiliki nilai ekonomi tinggi, mulai dari daun muda sebagai sayuran hingga biji melinjo yang diolah menjadi emping sebagai camilan tradisional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pidie tahun 2023, total lahan melinjo mencapai 33.075 hektar, dengan Kecamatan Mutiara sebagai wilayah terluas yaitu 3.432 hektar. Peningkatan produktivitas ditunjukkan dengan total produksi melinjo yang mencapai 20.346 ton, menjadikan emping melinjo sebagai salah satu produk unggulan dan oleh-oleh khas daerah. Namun demikian, proses pengeringan emping secara tradisional yang masih bergantung pada cuaca, terutama saat musim hujan, sering menimbulkan masalah pada kualitas produk. Proses penjemuran alami rentan terhadap kontaminasi debu, serangga, dan kotoran lingkungan yang berdampak pada mutu dan keamanan produk. Oleh karena itu, diperlukan inovasi sistem pengeringan yang lebih efisien, higienis, dan terkontrol. Penelitian ini mengusulkan perancangan sistem pengering emping melinjo berbasis Internet of Things (IoT) dengan memanfaatkan aplikasi Blynk sebagai media pemantauan dan pengendalian suhu serta kelembaban secara real-time. Sistem ini dirancang menggunakan elemen pemanas dari heater setrika, sensor DHT21, dan kipas sirkulasi yang dikontrol melalui mikrokontroler. Aplikasi Blynk memungkinkan pengguna memantau kondisi pengering dan mengatur sistem secara otomatis maupun manual. Sistem ini diharapkan menjadi solusi praktis dan terjangkau bagi pelaku UMKM dalam meningkatkan kualitas serta efisiensi produksi emping melinjo di Kabupaten Pidie.

 

Kata Kunci: Emping Melinjo, Kabupaten Pidie, Pengeringan, IoT, Blynk, DHT21, Heater


Teks Lengkap:

PDF


DOI: https://doi.org/10.47647/jurnal%20liteinfo.v4i3.3276

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


  

Indexed by:

desain-mirzaj desain-mirzaj desain-mirzaj desain-mirzaj desain-mirzaj desain-mirzaj

desain-mirzaj desain-mirzaj desain-mirzaj desain-mirzaj desain-mirzaj desain-mirzaj

 

 

All papers published in Universitas Jabal Ghafur are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.