ANALISIS TUTURAN DALAM BAHASA ACEH YANG EKSISTENSINYA MENGALAMI TRANSFORMASI DIKALANGAN MASYARAKAT PIDIE DAN PIDIE JAYA

Nurul Afriani, Nofiana S, Vera Wardani

Abstract


Penelitian ini membahas transformasi tuturan dalam bahasa Aceh yang terjadi di kalangan masyarakat Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya. Bahasa Aceh, sebagai identitas budaya masyarakat Aceh, mengalami perubahan signifikan dalam konteks sosial, terutama di kalangan generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data dari penutur asli lintas generasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak kosakata tradisional dalam bahasa Aceh mengalami penyusutan, perubahan makna, atau digantikan oleh kosakata dari bahasa Indonesia maupun bahasa asing. Selain itu, bentuk tuturan yang mengandung nilai-nilai budaya seperti kesantunan, adat, dan kearifan lokal mulai ditinggalkan dalam interaksi sosial sehari-hari. Faktor-faktor seperti globalisasi, teknologi, pendidikan, dan kurangnya transmisi bahasa antar generasi menjadi penyebab utama transformasi tersebut. Penelitian ini menekankan pentingnya revitalisasi dan pelestarian bahasa Aceh melalui pendidikan formal, media sosial, dan keterlibatan masyarakat lokal agar identitas budaya tidak hilang ditelan zaman.

 

Kata Kunci: Tuturan, Bahasa Aceh, Transformasi Bahasa, Pidie, Pidie Jaya, Pelestarian


References


Afifah, N. (2024). Pergeseran Fungsi Bahasa dalam Komunikasi Sosial Masyarakat Multikultural. Jurnal Bahasa dan Budaya, 12(1), 40–52.

Anitasari, L. (2023). Bahasa Daerah sebagai Identitas Sosial dalam Dinamika Kebudayaan Modern. Jurnal Linguistik Sosial, 8(2), 25–34.

Azhar, M. (2020). Pendekatan Pragmatik dalam Kajian Bahasa: Teori dan Aplikasinya. Jurnal Ilmu Bahasa, 15(1), 10–21.

Dadi Satria, H. (2024). Pergeseran Identitas Budaya melalui Bahasa di Tengah Dominasi Bahasa Nasional. Jurnal Sosiolinguistik Indonesia, 6(2), 185–196.

Dita Franesti, R. (2021). Bahasa Daerah dan Tantangan Eksistensinya di Era Digital. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah, 9(1), 45–55.

Djamaludin, A., Syamsidar, R., & Zulkarnain, T. (2024). Bahasa Aceh dan Tantangan Modernisasi: Kajian Transformasi Tuturan. Jurnal Kebahasaan Nusantara, 11(1), 66–79.

Hadi, A. (2020). Strategi Pelestarian Bahasa Daerah melalui Analisis Tuturan Tradisional. Jurnal Kajian Bahasa dan Budaya, 14(2), 170–180.

Ilmiah, N., & Pendidikan, R. (2023). Transformasi Bahasa dalam Konteks Global: Implikasi terhadap Pendidikan Bahasa Daerah. Jurnal Transformasi Bahasa, 3(1), 1–14.

Ismail, S., Mardhatillah, N., & Faisal, R. (2021). Internalisasi Nilai Budaya melalui Bahasa Daerah: Studi Kasus Bahasa Aceh. Jurnal Warisan Budaya, 7(3), 112–124.

Linarsih, Y. (2021). Tuturan dalam Perspektif Pragmatik dan Konteks Sosial. Jurnal Bahasa dan Komunikasi, 6(1), 30–42.

Muhammad, R., & Hendrokumoro, D. (2022). Bahasa Aceh dalam Perspektif Historis dan Linguistik Kontemporer. Jurnal Linguistik dan Sejarah, 4(2), 90–102.

Murdiyanto, R. (2022). Bentuk-Bentuk Transformasi Bahasa dalam Komunikasi Modern. Jurnal Bahasa dan Media, 10(1), 75–84.

Rahmah, S., Khairunnisa, D., & Zainal, M. (2020). Urbanisasi dan Transformasi Bahasa Daerah: Kajian Sosiolinguistik. Jurnal Sosial Humaniora, 8(1), 80–92.

Ramadhini, E., Syahrial, H., & Putri, N. (2021). Media Sosial sebagai Agen Perubahan Bahasa di Kalangan Remaja. Jurnal Teknologi Bahasa dan Komunikasi, 5(2), 56–67.

Rijali, A. (2018). Analisis Data Kualitatif: Teori dan Praktik. Jurnal Metodologi Penelitian Sosial, 2(1), 1–11.

Rustono. (2024). Bahasa sebagai Penanda Identitas Sosial dan Budaya. Jurnal Linguistik Indonesia, 18(1), 160–172.

Teguh Sulistiyani, & Tsania Zulfa. (2023). Status Bahasa Daerah di Era Globalisasi: Antara Pelestarian dan Pengabaian. Jurnal Bahasa dan Identitas, 5(2), 110–123.

Triandana, R., Munawar, L., & Azzahra, I. (2023). Pengaruh Globalisasi terhadap Penggunaan Bahasa Daerah di Kalangan Milenial. Jurnal Komunikasi Global, 9(1), 22–35.

Zya Dyena Meutia. (2022). Sejarah Bahasa Aceh dan Peranannya dalam Peradaban Lokal. Jurnal Warisan Nusantara, 11(2), 100–114.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.