ANALISIS POLA KOMUNIKASI ANTARPRIBADI REMAJA PADA KELUARGA BROKEN HOME DI KABUPATEN KARAWANG

Aryo Waskito Fachturachman, Tri Susanto, Nurkinan Nurkinan

Abstrak


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi antarpribadi remaja pada keluarga broken home di Kabupaten Karawang, faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi antarpribadi, serta hambatan komunikasi yang dialami remaja dalam lingkungan keluarga maupun lingkungan sosial. Fenomena broken home yang disebabkan oleh perceraian, konflik keluarga berkepanjangan, dan kurangnya perhatian emosional orang tua mempengaruhi hubungan komunikasi interpersonal remaja dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling dengan tiga informan utama yang merupakan remaja dari keluarga broken home di Kabupaten Karawang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi antarpribadi remaja pada keluarga broken home mengalami perubahan dalam aspek keterbukaan komunikasi, hubungan emosional, intensitas komunikasi, serta kenyamanan dalam berinteraksi dengan keluarga. Remaja cenderung menjadi lebih tertutup, memendam masalah pribadi, dan lebih nyaman mencari dukungan emosional kepada teman sebaya dibanding keluarga. Faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi antarpribadi meliputi perceraian orang tua, konflik keluarga, kurangnya perhatian emosional, kondisi psikologis remaja, serta lingkungan sosial. Hambatan komunikasi yang ditemukan berupa rendahnya keterbukaan komunikasi, rasa canggung dalam keluarga, kurangnya dukungan emosional, dan ketidaknyamanan dalam berkomunikasi dengan orang tua.

Kata kunci: komunikasi antarpribadi, remaja, broken home, pola komunikasi


 


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Ahmadi, A. (2009). Psikologi sosial. Rineka Cipta.

Alberts, J. K., Nakayama, T. K., & Martin, J. N. (2012). Human communication in society. Pearson Higher Education.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Jawa Barat. (2024). Tingginya angka perceraian di Jawa Barat. Instagram. https://www.instagram.com/p/C9RhWgIzIGw/

Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat. (2024). Nikah dan cerai menurut kabupaten/kota (kejadian) di Provinsi Jawa Barat tahun 2023. https://jabar.bps.go.id

Berita Pasundan. (2024). Angka perceraian di Karawang capai rekor baru pada 2024. https://beritapasundan.com

Braithwaite, D. O., & Baxter, L. A. (2016). Engaging theories in interpersonal communication: Multiple perspectives. Sage Publications.

Chen, X., Wang, L., & Yu, B. (2018). Family functioning and children's social adjustment: A research review. International Journal of Environmental Research and Public Health, 15(9), 1945. https://doi.org/10.3390/ijerph15091945

Claxton-Oldfield, S. (2018). Personality development and aging: What changes, what stays the same, and what we don't know.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Sage Publications.

Dadan, Suhadi, & Meilanny. (2017). Faktor-faktor yang mempengaruhi kenakalan remaja. Jurnal Psikologi, 12(2), 80–90.

DeVito, J. A. (2016). The interpersonal communication book. Pearson.

Djamarah, S. B. (2018). Pola komunikasi orang tua dan anak dalam keluarga. Rineka Cipta.

Effendy, O. U. (2017). Ilmu komunikasi: Teori dan praktik. Remaja Rosdakarya.

Eisenberg, N., & Arsenio, W. (2015). Socioemotional processes. In R. M. Lerner (Ed.), Handbook of child psychology and developmental science (Vol. 3). John Wiley & Sons.

Farhan, A. (2021). Komunikasi interpersonal orang tua dengan anak broken home.

Fauzi, R. (2020). Komunikasi interpersonal anak broken home pasca perceraian orang tua.

Ferguson, S. (2017). Families, socialization, and education. In The Palgrave handbook of education law for schools (pp. 17–31). Palgrave Macmillan.

Gibbs, J. C., & Widaman, K. F. (2019). Social and personality development. John Wiley & Sons.

Ginting, D. O. R. (2021). Komunikasi interpersonal anak broken home akibat pernikahan ulang dalam keluarga.

Guerrero, L. K., Andersen, P. A., & Afifi, W. A. (2018). Close encounters: Communication in relationships. Sage Publications.

Hurlock, E. B. (2017). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Erlangga.

Johnson, W., McGue, M., & Iacono, W. G. (2010). Genetic and environmental influences on personality trait stability and growth during the transition to adulthood: A three-wave longitudinal study. Journal of Personality and Social Psychology, 98(6), 995–1008.

Jufri. (2015). Kenakalan remaja: Faktor-faktor yang mempengaruhi dan cara mengatasinya. Jurnal Psikologi, 42(2), 173–185.

Kagan, J. (2018). The three pillars of childhood personality: Temperament, character, and identity. Child Development, 89(2), 417–424. https://doi.org/10.1111/cdev.12987

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Situasi kesehatan reproduksi remaja. Kemenkes RI.

Littlejohn, S. W., & Foss, K. A. (2017). Theories of human communication (11th ed.). Cengage Learning.

Mayer, J. D., & Salovey, P. (2019). What is emotional intelligence? In R. J. Sternberg & J. C. Kaufman (Eds.), The Cambridge handbook of intelligence (pp. 566–580). Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/9781316822386.032

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif (38th ed.). PT Remaja Rosdakarya.

Mulyana, D. (2017). Ilmu komunikasi: Suatu pengantar. Remaja Rosdakarya.

Muttaqin, I., & Sulistyo, B. (2019). Analisis faktor penyebab dan dampak keluarga broken home. Raheema: Jurnal Studi Gender dan Anak, 6(2), 247.

Pagtakhan, M. A. (2015). Understanding family dynamics: An overview of the family systems theory. Journal of Family and Consumer Sciences Education, 33(2), 1–13.

Prasetyo, M. (2009). Membangun komunikasi keluarga. Alex Media Komputindo.

Rest, J., & Narvaez, D. (2018). Moral development in the professions: Psychology and applied ethics. Psychology Press.

Rinaldi, R., Santoso, B., & Jaya, E. (2019). Komunikasi interpersonal dalam keluarga broken home (Studi kasus pada keluarga yang mengalami perceraian). Jurnal Penelitian Ilmu Komunikasi, 16(2), 118–130.

Santrock, J. W. (2016). Adolescence. McGraw-Hill Education.

Smetana, J. G. (2017). Current research on parenting styles, dimensions, and beliefs. Current Opinion in Psychology, 15, 19–25.

Steinberg, L. (2014). Adolescence. McGraw-Hill Education.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.

Willis, S. S. (2015). Konseling keluarga (family counseling). Alfabeta.

World Health Organization. (2024). Adolescent health. https://www.who.int/health-topics/adolescent-health

Wright, B. L., & Bell, C. (2018). The influence of family communication patterns on children's social development: A developmental theory perspective. Journal of Family Theory & Review, 10(2), 207–221.




DOI: https://doi.org/10.47647/jsh.v9i1.4016

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.



ISSN : p2615-3688 & e2716-0270

Jurnal Sosial Humaniora Sigli indexed by: