STUDI FENOMENOLOGIS TENTANG PENGALAMAN HIDUP MAHASISWA GAP YEAR

Aldira Putri Zelya, Anisa Roudhatul Jannah, Nisrina Sarah Dermawan, Alrefi Alrefi

Abstrak


ABSTRACT

This study aimed to explorein depth the life experiences of university students who took a gap year before continuing to University. A qualitative phenomenological method was employed to understand their personal journeys and meanings behind the gap year experience. The findings reveal that a gap year is not merely a break from formal education, but a meaningful period of life learning. It helps individuals to know themselves better, accept failure, and discover a clearer direction for their future. Social support from family, friends, and partners plays an important role in fostering psychological resilience and motivation to pursue further education. In conclusion, the gap year can be view as a phase of character formation and emotional maturity that streghtens one’s readiness to face higher education and future life challenges.

Keywords : Life Experience, Phenomenological Study, Gap Year, Students

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam mengenai pengalaman hidup mahasiswa yang menjalani gap year sebelum melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode kualitiatif fenomenologis. Melalui penelitian ini didapatkan hasil yakni masa gap year bukan sekadar jeda dari pendidikan formal, melainkan proses pembelajaran hidup yang bermakna. Pengalaman ini membantu individu mengenali diri, menerima kegagalan, dan menemukan arah hidup yang lebih jelas. Dukungan sosial dari keluarga, teman, dan pasangan berperan penting dalam membangun ketahanan psikologis dan motivasi untuk melanjutkan pendidikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, gap year dapat dipandang sebagai fase pembentukan karakter dan kematangan emosional yang memperkuat kesiapan individu menghadapi jenjang pendidikan dan kehidupan selanjutnya.

Kata kunci: Pengalaman Hidup, Studi Fenomenologis, Gap Year, Mahasiswa


Referensi


Ardine, Khansa. R., & Rahmasari, D. (2024). Insecure Akademik pada Mahasiswa Gap Year Academic Insecurity of Gap Year. Character Jurnal Penelitian Psikologi, 11(02), 1295–1312. https://doi.org/10.26740/cjpp.v11n2.p1295-1312

Cohen, S., & Wills, T. A. (1985). Stress, social support, and the buffering hypothesis. Psychological Bulletin, 98(2), 310–357. https://doi.org/10.1037/0033-2909.98.2.310

Dewi, F. N. R. (2021). Konsep Diri pada Masa Remaja Akhir dalam Kematangan Karir Siswa. KONSELING EDUKASI “Journal of Guidance and Counseling,” 5(1). https://doi.org/10.21043/konseling.v5i1.9746

Firmansyah, D., & Dede. (2022). Teknik Pengambilan Sampel Umum dalam Metodologi Penelitian: Literature Review. Jurnal Ilmiah Pendidikan Holistik (JIPH), 1(2), 85–114. https://doi.org/10.55927

Haki, U., Danik Prahastiwi, E., & Hasibuan, N. S. (2024). Strategi Pengumpulan dan Analisis Data dalam Penelitian Kualitatif Pendidikan. Jurnal Inovasi Dan Teknologi Pendidikan JURINOTEP, 3(1), 1–19. https://doi.org/10.46306/jurinotep.v3i1

Kharisma, N., Erlina Septiani, D., & Suryaningsih, F. (2025). Transformasi Pembelajaran Bermakna melalui Deep Learning: Kajian Literatur dalam Kerangka Kurikulum Merdeka. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(3), 1895–1905. https://doi.org/10.61104/alz.v3i3.1462

Nasir, A., Shah, K., Abdullah Sirodj, R., Win Afgani, M., & Raden Fatah Palembang, U. (2023). Pendekatan Fenomenologi Dalam Penelitian Kualitatif. INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, 3(5), 4445–4451.

Nur, Muhti. I., Yusuf, A., & Umam, K. (2021). Krisis Identitas dalam Perkembangan Psikososial Pelaku Klitih di Yogyakarta Identity Crisis in the Psychosocial Development of Klitih Actors in Yogyakarta. Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial, 3(20), 245–256. https://jogja.tribunnews.com/

Taufiqoh, Q. (2025). Strategi Penyesuaian Diri Remaja dalam Merespons Tuntutan Sosial dan Dinamika Emosi. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 02(11), 276–299.

Victoriana, E., Tiurma Manurung, R., Azizah, E., Teresa, M., & Alvin Gultom, Z. (2023). Makna Hidup dan Subjective Well-Being Mahasiswa. Humanitas, 7(2), 225–244.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.