MODEL PENGABDIAN MASYARAKAT DALAM MENDORONG KEBANGKITAN KOMUNITAS PASCA BENCANA ALAM HIDROMETEOROLOGI DI PROVINSI ACEH: PERSPEKTIF POLITIK, HUKUM, DAN EKONOMI

Muhammad Arizka Wahyu, Muhammad Haiqal, Khalisni Khalisni

Abstrak


Eskalasi bencana hidrometeorologi di Aceh sepanjang 2025 memunculkan krisis multidimensi yang secara fundamental berbeda dari tsunami 2004. Dipicu oleh anomali iklim dan degradasi ekologis masif, bencana rekuren ini menuntut pergeseran paradigma penanganan. Artikel ini menawarkan model pengabdian masyarakat transformatif berbasis Participatory Action Research (PAR), yang menggeser pendekatan rehabilitasi karitatif menuju penegakan keadilan ekologis dan resiliensi komunitas. Melalui analisis tripartit—politik, hukum, dan ekonomi—studi ini merumuskan kerangka kerja terpadu. Hasilnya menegaskan bahwa tata kelola ruang yang ketat (politik), advokasi hak lingkungan (hukum), dan adaptasi pertanian berbasis jaring pengaman mikro (ekonomi) adalah prasyarat mutlak bagi ketangguhan komunitas Aceh

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Adger, W. N. (2006). Vulnerability. Global Environmental Change, 16(3), 268-281.

Afrizal, A. (2018). Sosiologi Lingkungan: Konflik dan Resolusi Tata Ruang. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA). (2025). Data Informasi Bencana Aceh Tahun 2025: Tren Hidrometeorologi dan Dampak Sosio-Ekonomi. Banda Aceh: Pemerintah Aceh.

Chambers, R. (2007). Who Counts? The Quiet Revolution of Participation and Numbers. IDS Working Paper 296, Institute of Development Studies, Brighton.

Farihanto, M. N., & Rahmawati, E. (2020). Participatory Action Research (PAR) sebagai Pendekatan Pemberdayaan Masyarakat Wilayah Rawan Bencana. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 5(2), 112-125.

Hadi, S. (2024). Keadilan Transisional Ekologis: Merespons Kejahatan Lingkungan di Era Krisis Iklim. Jakarta: Walhi Press.

Haiqal, M., dkk. (2024). Resolusi Konflik Agraria Pascabencana Melalui Pendekatan Pluralisme Hukum di Aceh. Jurnal Ilmu Hukum dan HAM, 10(1), 45-60.

Mufidah, L. (2023). Manajemen Keuangan Syariah Mikro: Optimalisasi Baitul Mal Gampong di Aceh. Banda Aceh: Syiah Kuala University Press.

Qalyubi, M. (2021). Wakaf Ekologi (Green Waqf) sebagai Solusi Alternatif Pembiayaan Mitigasi Bencana di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam, 8(2), 198-215.

Syafrizal, A., & Nurdin, A. (2022). Peran Panglima Laot dan Panglima Uteun dalam Resolusi Ekologi Berbasis Adat di Aceh. Jurnal Antropologi Sumatera, 14(1), 33-51.

Purnomo, H., et al. (2021). Climate-Smart Agriculture and Local Livelihood Adaptation in Tsunami-Affected Areas. International Journal of Disaster Risk Reduction, 54, 102045.




DOI: https://doi.org/10.47647/alghafur.v5i1.4548

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.license.cc.by-sa4.footer##

  

Indexed by:

desain-mirzaj desain-mirzaj desain-mirzaj desain-mirzaj desain-mirzaj desain-mirzaj

desain-mirzaj desain-mirzaj desain-mirzaj desain-mirzaj desain-mirzaj desain-mirzaj

 
Tools:

desain-mirzaj desain-mirzaj desain-mirzaj desain-mirzaj desain-mirzaj desain-mirzaj

 

All papers published in Universitas Jabal Ghafur are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.